Perhutani Salurkan Bantuan TJSL Rp25 Juta untuk Pembangunan Gedung Dakwah Islam Karangjaya

CSR Tanggal: 2026-10-16T17:00:00.000Z 54 views Penulis: Doni
Perhutani Salurkan Bantuan TJSL Rp25 Juta untuk Pembangunan Gedung Dakwah Islam Karangjaya
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Non-PUMK sebesar Rp25.000.000 untuk mendukung pembangunan Gedung Dakwah Islam Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (14/10). Penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karangjaya sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap pembangunan sarana keagamaan dan penguatan kehidupan sosial masyarakat.
Bantuan diserahkan oleh Kepala Seksi Madya Keuangan SDM, Umum dan IT Perum Perhutani KPH Tasikmalaya Asep Wahyudin didampingi Jajaran Keuangan KPH Tasikmalaya dan diterima oleh Ketua Pembangunan Gedung Dakwah Islam Kecamatan Karangjaya, H. Jajang. Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Karangjaya Atang Sumardi, Kapolsek Karangjaya Iptu Saptaji Prakasa, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Karangjaya KH. Aan, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) KH. Engkos Kosasih, serta Kepala KUA Kecamatan Karangjaya Yoyon, Sag.
Administratur/KKPH Tasikmalaya Melalui Asep Wahyudin menyampaikan bahwa penyaluran bantuan TJSL tersebut merupakan wujud komitmen Perhutani dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, termasuk mendukung pembangunan fasilitas keagamaan yang memiliki peran penting dalam pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai sosial.
“Melalui bantuan ini, kami berharap dapat mendukung pembangunan Gedung Dakwah Islam Kecamatan Karangjaya agar nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan ibadah, dakwah, pendidikan keagamaan, dan pembinaan masyarakat. Kami ingin kehadiran Perhutani memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya melalui pengelolaan hutan, tetapi juga melalui kontribusi sosial,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan masyarakat membutuhkan sinergi dan semangat gotong royong dari berbagai pihak. Oleh karena itu, Perhutani terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, unsur keamanan, tokoh agama, serta masyarakat untuk mendukung berbagai kegiatan yang memberikan manfaat berkelanjutan.
“Kami meyakini bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan pembangunan yang harmonis dan berkelanjutan. Semoga bantuan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Kecamatan Karangjaya,” tambahnya.
Ketua Pembangunan Gedung Dakwah Islam Kecamatan Karangjaya, H. Jajang, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Perum Perhutani KPH Tasikmalaya atas bantuan yang diberikan. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pembangunan gedung yang nantinya menjadi sarana kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perum Perhutani KPH Tasikmalaya atas bantuan untuk pembangunan Gedung Dakwah Islam Kecamatan Karangjaya. Bantuan ini sangat berarti sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan fasilitas keagamaan. Semoga menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar H. Jajang.
Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat terus terjalin sehingga pembangunan gedung berjalan dengan baik dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Gedung tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan dakwah, pembelajaran keagamaan, serta penguatan silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.
Program TJSL Non-PUMK merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui program tersebut, Perhutani berupaya menghadirkan manfaat yang lebih luas sekaligus memperkuat hubungan yang harmonis dengan para pemangku kepentingan di wilayah kerjanya.
Melalui penyaluran bantuan ini, Perum Perhutani KPH Tasikmalaya berharap pembangunan Gedung Dakwah Islam Kecamatan Karangjaya dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Perhutani juga berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan.