Perhutani dan CDK IX Gelar Pembinaan Masyarakat Peduli Api Tahun 2026

Sosial Tanggal: 2026 - 07 - 10 140 views Penulis: Nabiel
Perhutani dan CDK IX Gelar Pembinaan Masyarakat Peduli Api Tahun 2026
INDRAMAYU, PERHUTANI (10/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Indramayu bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Balai Manggala Agni Wilayah Jawa-Bali-Nusa Tenggara, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah IX, serta Pemerintah Desa Mekarwaru melaksanakan pembinaan bagi Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di Balai Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Kamis (09/07).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 anggota MPA yang berasal dari Desa Mekarwaru. Pembinaan menghadirkan narasumber dari Perhutani KPH Indramayu dan CDK Wilayah IX dengan materi meliputi teori dan praktik dasar penggunaan peralatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), teknik pengendalian api, serta penyuluhan mengenai peluang usaha produktif berbasis kehutanan melalui budidaya jamur.

Administratur KPH Indramayu, Kuspriyadi, menyampaikan bahwa penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang memadai.

“Hal paling mendasar yang harus dikuasai adalah memahami karakteristik wilayah, mengamati arah angin, dan menentukan jalur evakuasi yang aman. Dengan demikian, upaya pemadaman dapat berjalan efektif, api tidak meluas, serta keselamatan petugas dan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan CDK Wilayah IX, Kaswin, S.P., menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan karhutla sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi seluruh pihak.

“Kolaborasi merupakan kunci utama. Melalui patroli rutin, pemasangan rambu larangan membakar, dan pengawasan lingkungan secara gotong royong, kebakaran dapat dicegah sejak dini sebelum meluas,” tegasnya.

Selain mendapatkan keterampilan teknis penanganan karhutla, peserta juga memperoleh edukasi mengenai budidaya jamur sebagai alternatif usaha produktif yang ramah lingkungan. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.

Kegiatan pembinaan ini dilaksanakan mengingat Kecamatan Gantar merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan. Melalui kegiatan ini, diharapkan Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) semakin tangguh, sigap, dan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian hutan serta mencegah terjadinya bencana karhutla. (Kom-PHT/Idm/JS)