Sora Bandung

Kamis, 07 Mei 2026

Perhutani KPH Bandung Selatan Dukung Malabar Trail Run di Kawasan Hutan Gunung Puntang

Lingkungan Tanggal: 2026 - 04 - 22 26 views Penulis: Alfin Syawalan
Perhutani KPH Bandung Selatan Dukung Malabar Trail Run di Kawasan Hutan Gunung Puntang
BANDUNG, PERHUTANI (22/04/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Selatan melaksanakan kegiatan pelepasan Malabar Trail Run di kawasan Gunung Puntang, salah satu destinasi wisata PT Palawi yang berada di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Banjaran, KPH Bandung Selatan, serta secara administratif termasuk Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, pada Minggu (19/04).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Administratur KPH Bandung Selatan, Harry Soediana, beserta jajaran Danru dan Polhutan, Asper/KBKPH Banjaran, Yogo Pramono, bersama jajaran lapangan, M. Dimas Taufik S. dari Banjaran Running Community (Banjarun) selaku panitia, serta peserta Malabar Trail Run yang berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Banten, Bekasi, Bogor, Bandung, hingga luar daerah seperti Semarang, Surabaya, Bali, bahkan mancanegara seperti Rusia. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Perhutani KPH Bandung Selatan, PT Palawi, Bank BJB, serta mitra lainnya.

Administratur KPH Bandung Selatan, Lily Kurnia Asih, menyampaikan bahwa rute lomba dimulai dari kawasan bekas Stasiun Radio Gunung Puntang yang dibangun pada tahun 1917 dan diresmikan pada 1923. Gunung Puntang juga dikenal sebagai penghasil kopi Arabika berkualitas yang pernah meraih penghargaan internasional pada tahun 2016 di Atlanta, Amerika Serikat.

“Rute lomba melewati Situ Cimeuhmal, Puncak Mega, dan kembali ke titik awal. Selain sebagai ajang olahraga, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menikmati keindahan alam hutan, menghirup udara segar, serta mempererat tali silaturahmi. Kami juga mengimbau seluruh peserta untuk menjaga ketertiban dan tidak merusak tanaman di kawasan hutan,” ujarnya.

Sementara itu, M. Dimas Taufik S. menyampaikan bahwa lomba ini terdiri dari empat kategori, yaitu 7 km, 15 km, 25 km, dan 42 km, dengan jumlah peserta mencapai sekitar 1.400 orang.

“Kami mengingatkan seluruh peserta dan penonton untuk tetap menjaga kelestarian hutan, tidak merusak pohon maupun biota yang ada, serta mengutamakan keselamatan selama perlombaan,” jelasnya.

Salah satu peserta asal Bandung, Arif, berhasil menjuarai kategori 42 km dengan waktu tempuh sekitar 6 jam, jauh lebih cepat dari estimasi panitia yang berkisar 12–13 jam.

“Berlari di hutan memiliki tantangan tersendiri, mulai dari tanjakan, turunan, jalur berbatu hingga licin. Dibutuhkan konsentrasi dan keseimbangan yang baik. Saya sangat senang bisa meraih juara, dan berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian peserta terhadap kelestarian hutan,” ungkapnya. (Kom-PHT/BDS/Uje)

Komentar

Belum ada komentar.

Login untuk memberikan komentar.